27 februari 2020

Let’s go Green / Mangrove Restoration.

     Kami anggota KUKERTA Universitas Maritim Raja Ali Haji desa teluk bakau, kec. Gunung Kijang Kab. Bintan bersama anggota Polsek Gunung Kijang, perangkat desa Teluk Bakau, KNTI dan TNI telah melaksanakan kegiatan penanaman mangrove di sekitaran pesisir pantai desa Teluk Bakau. Kegiatan ini merupakan agenda Polsek Gunung Kijang sebagai wujud rasa peduli terhadap lingkungan sekitar.

     Penanaman mangrove ini menggunakan metode rumpun yakni menanam 5 bibit mangrove secara bersamaan dalam 1 lubang. Kami memilih menanam bibit mangrove dengan metode rumpun karena kemungkinan hidup mangrove yang lebih besar daripada menanam 1 bibit pada 1 lubang. Sebelum menanam mangrove, kami terlebih dahulu melepaskan polibag dari bibit mangrove lalu kami menggali tanah dengan perkiraan ukuran 1 jengkal. Selanjutnya, kami mengambil 5 bibit mangrove lalu diikat menjadi satu dan langsung kami tanam di dalam lubang yang telah tersedia. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi wilayah pesisir pantai karena mangrove dapat mencegah terjadinya abrasi pantai akibat hantaman gelombang air laut.

Mengenai metode rumpun yang disarankan mahasiswa KKN, Monang mengaku juga baru tahu cara penanaman mangrove ternyata tidak sembarang.

“Tadinya saya pikir 1 lubang 1 pohon, ternyata 1 lubang harus ditanam 5 pohon dengan kedalaman sejengkel. Biar ada kepastian hidupnya sampai besar,” ujar Monang.

Ia menyebutkan, untuk sementara bibit mangrove yang ditanam sebanyak 50 pohon. Kedepan, kegiataj serupa akan ditaja lagi demi lestarinya pohon mangrove yan menjadi bagian ekosistem kehidupan laut.

“Ya intinya kenapa kita tanam dibibir pantai, sebagai pelindung ombak juga disaat sedang pasang kalau sudah besar. Banyak sekali manfaatnya (mangrove),” ujar Mantan Kasat Intelkam Polres Tanjungpinang itu. (oxy)